Virutal Experiments in Science Experiments
1.
Praktikum
Virtual Atau Virtual Experiments.
Praktikum merupakan satu hal yang
pokok dalam pembelajaran IPA, karena roh pembelajaran berbasis inkuiri ada di
percobaan sebagai langkah untuk membuktikan hipotesis dengan mencari data-data
sebagai input untuk membuat suatu kesimpulan ilmiah. Bukan hanya kumpulan
pengetahuan tapi juga merupakan proses penemuan.
Tujuan dari praktikum adalah dapat
membangkitkan motivasi belajar IPA bagi siswa, dapat mengembangkan keterampilan
dasar melakukan eksperimen, dapat menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah,
dapat menunjang materi pelajaran. Kegiatan praktikum ini memberi kesempatan
kepada siswa untuk membuktikan teori bahkan menemukan teori. Berkaitan dengan
kegiatan praktikum di sekolah, dewasa ini perkembangan Teknologi Informasi dan
Komunikasi semakin pesat dan mewarnai proses pembelajaran yang ada di sekolah.
Siswa telah mampu mengoperasikan komputer, sehingga perkembangan tersebut dapat
dimanfaatkan oleh guru untuk menciptakan kegiatan praktikum ynag berbeda dari
sebelumnya dengan metode dengan memanfaatkan multimedia.
Praktikum virtual merupakan
serangkaian alat-alat laboratorium yang berbentuk perangkat lunak/komputer
berbasis multimedia interaktif yang operasikan dengan komputer dan
mensimulasikan kegiatan di laboratorium seakan-akan pengguna pada laboratorium
sebenarnya.
Dalam
konten praktikum virtual, simulasi yang sesuai pada aplikasi praktikum virtual,
umumnya meningkatkan pembelajaran secara efektif dan memungkinkan siswa utnuk
mengekspresikan gaya kognitif siswa saat praktikum. simulasi dirancang untuk
memberikan untuk memberikan kesempatan siswa untuk mengembangkan hipotesis
mereka sendiri tentang topik yang dipelajari dan mengembangkan masalah mereka
sendiri dengan metode pemecahan maslaah. Terdapat pendapat lain yang menyatakan
bahwa pelaksanaan praktikum virtual dalam ilmu khusus dapat meningkatkan
pemahaman materi yang dipelajari, mengajarkan keterampilan berfikir kritis, dan
meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Karena dalam praktikum virtual
menggunakan simulasi komputer berisi petunjuk khusus, prosedur, metode analisis
data, dan alogaritma penyajian data. Meskipun pada dasarnya praktikum virtual
adalah alternatif praktikum riil, namun program nyata, misalnya untuk
mensimulasikan pembedahan organ pada tubuh hewan, siswa seolah-olah menggunakan
pisau atau kakter untuk membedahnya.
Bagaimana belajar praktikum biar
menyenangkan dan serasa mengasikkan? apalagi di masa pandemi saat ini. Guru dan
siswa berinteraksi secara virtual bisa melalui zoom tau google meet
sebagai upaya memperlihatkan suasana praktikum. Alat dan bahan yang akan
digunakan di jadikan praktikum bisa dipersiapkan terlebih dahulu. Tujuan
praktek virtual ini adalah reproduksi tumbuhan dimaksud para siswa
memahami cara perkembangbiakan tumbuhan baik secara seksual, aseksual, maupun
vegetatif buatan seperti metode stek, mencangkok, penyambungan dan okulasi.
Kegiatan belajar praktikum dengan
cara virtual ditengah masa pandemi ini menjadi pilihan efektif bagi guru. Guru
harus merancang pembelajaran berbasis virtual ini dengan baik dan tentunya
menyenangkan. Membuat suasana santai, nyaman dan ramah media, dengan
tujuan supaya siswa tertarik dan mengikuti penjelasan guru dengan fokus.
Kegiatan praktikum juga
dirancang untuk mengembangkan keterampilan proses sains yang erat kaitannya
dengan keterampilan bernalar dan memecahkan masalah dalam konteks pembelajaran
IPA. Praktikum membuat siswa lebih percaya atas kesimpulan pengamatan
berdasarkan percobaan sendiri, namun tetap merujuk teori yang ada. Supaya para
siswa bisa mengerjakan tugas dalam kegiatan praktikum, guru dapat mengajak
siswa bekerja sama, bersikap
jujur, terbuka, kritis dan bertoleransi.
Asyiknya belajar praktikum
virtual, juga semakin memperkaya pengalaman siswa dengan hal-hal yang
realistis. Siswa mampu mengembangkan sikap berfikir ilmiah, dengan mencoba,
meneliti, mengamati dan menyimpulkan suatu prinsip konsep sains.
Praktikum memberi
bekal siswa untuk membentuk konsep sendiri dan cara bagaimana mempelajari
sesuatu, hingga pada akhirnya siswa mampu mengembangkan kreatifitasnya.
Sebagai penguat kegiatan
praktikum, guru juga telah menyiapkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), karena
bukti ini tidak dapat terpisahkan dari kegiatan praktikum. LKPD menjadi
penuntun bagi siswa dan guru dalam kegiatan praktikum. Guru hendaknya
mempersiapkan LKPD dengan matang. Instruksi dan tahapan aktivitas praktikum di
dalam LKPD harus jelas menggambarkan pengetahuan dan keterampilan apa yang
diakses. Jangan lupa akses keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam
kegiatan praktikum.
Pengembangan keterampilan metode
praktikum bagi siswa sangat ideal dilakukan untuk mendukung pembelajaran
IPA yang efektif. Kunci keberhasilan kegiatan praktikum terletak pada
keterlibatan aktif peserta untuk berpikir, mengamati, melakukan pengujian, dan
mengkomunikasikan hasil temuan dari eksperimen yang dilakukan. Semakin tinggi
keterlibatan siswa dalam praktikum, semakin tinggi pencapaian pemahaman
dan keterampilan proses sains.
Kita akan sama-sama melihat,
sejauh mana metode pembelajaran jarak jauh untuk praktikum ini dapat efektif
sebagai pengganti pembelajaran tatap muka. Mengembangkan potensi dan inovasi
pembelajaran di masa Covid-19 adalah komitmen dan integritas pembelajaran yang kita bangun dan
wujudkan kecintaan pada anak bangsa.
Kelebihan
metode praktikum virtual:
a.
Ekonomis bahan dan alat praktikum
b.
Praktis digunakan peserta didik baik dalam proses
pembelajaran di kelas maupun mandiri
c.
Meningkatkan pemahaman karena dapat diulang
jika belum faham
d.
Efektif waktu dalam melaksanakan eksperimen
e.
Aman dilaksanakan karena kesehatan keselamatan
kerja (K3) minimal.
Salah
satu fitur yang paling penting dari praktikum virtual adalah mudah dan
pembaharuan materi terjadi terus menerus yang bertujuan untuk mencapai
pembelajaran yang lebih optimal.
Analisa dan Modivikasi Video Praktikum.
Video praktikum yang saya analisa merupakan video praktikum
dengan judul “kalor dan perpindahannya” dengan link video sebagai berikut https://www.youtube.com/watch?v=7Bnkfg3f94c
Dalam video
tersebut, praktikum dilakukan oleh anak SMP kelas VII. Dari segi tampilan video,
video yang dibuat sedikit buram karena pengambilan video dilakuakn daidalam
ruangan yang sedikit gelap. Seharusnya praktikum tersebut dapat dilakukan
diruangan terang atau bisa juga dengan menyalakan lampu yang ada didalam ruangan.
Dari segi
pembukaan video sudah dibuka dengan baik namun terdapat kekurangan pada saat
menyampaikan alat dan bahan dimana dimana terdapat bahan yang tidak disebutkan
sedangkan bahan tersebut sangat penting dalam praktikum. bahan yang dimaksud yaitu
“air”. Air digunakan dalam praktikum perpindahan kalor secara konduksi dan
konfeksi, Namun air tidak disebutkan dalam bahan atau alat. Seharusnya karena
kegunaannya yang penting dalam praktikum air juga disebut dalam salah satu
komponen bahan.
Pada kegiatan
praktikum, hasil dari praktikum tidak diperlihatkan misalnya pada praktikum
konduksi. Seharusnya diperlihatkan melelehnnya margarin yang diletakkan pada
sendok yang dimasukkan kedalam air panas. Diperlihatkan bahwa sendok stelistil
dapat menghantarkan panas sedangkan sendok plastik tidak dapat menghantarkan
panas atau perpindahan kalor secara konduksi. Begitupula pada praktikum
konveksi dan radiasi, yang seharusnya hasil dari praktikum dijelaskan atau minimal
di sebutkan apa yang terjadi pada hasil praktikum tersebut.
Sebagai sedikit
masukan atau sebagai tambahan untuk memodifikasi video praktikum tersebut dapat diperbaiki atau di tambahkan hasilnya. praktikum serupa yang lebih bagus atau sudah terdapat penjelasan hasil praktikum yaitu sebagai berikut https://www.youtube.com/watch?v=GnM3s2pEHkU
. dalam praktikum tersebut, setiap hasil dari apa yang terjadi selama praktikum
di sebutkan dan dijelaskan. Sehingga praktikan atau orang lain yang melihat
praktikum tersebut mengetahui makna dari praktikum yang dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar